
Setelah bertahun-tahun spekulasi dan rumor, akhirnya KRAFTON secara resmi mengumumkan pengembangan PUBG 2, sekuel dari game legendaris PlayerUnknown’s Battlegrounds yang memelopori genre battle royale modern. Diumumkan pada ajang Summer Game Fest 2025, PUBG 2 hadir sebagai lompatan besar teknologi dan gameplay, yang dibangun sepenuhnya menggunakan Unreal Engine 5.
Namun kejutan terbesar bukan hanya dari sisi visual, melainkan juga mekanisme game yang revolusioner: mode battle royale tanpa zona mengecil.
Unreal Engine 5: Dunia Lebih Hidup dan Realistis
Dengan menggunakan Unreal Engine 5, PUBG 2 menawarkan grafis yang jauh lebih realistis, lingkungan dinamis, dan animasi karakter yang lebih halus.
Fitur grafis dan teknis utama PUBG 2:
- World Partition System: Memungkinkan peta besar (hingga 128 km²) untuk dimuat secara dinamis tanpa jeda.
- Lumen dan Nanite: Sistem pencahayaan dan detail tekstur ultra-realistis yang membuat pertempuran malam dan efek cuaca jauh lebih imersif.
- Physics dan Destruction: Bangunan dan kendaraan kini bisa hancur sebagian atau sepenuhnya, membuka potensi gameplay ala siege dan ambush.
Visual bukan lagi sekadar kosmetik, tapi juga berpengaruh pada strategi dan navigasi pemain.
Mode Battle Royale Tanpa Zona: Inovasi Besar
Dalam mode eksperimental yang disebut “Dynamic Extraction BR”, PUBG 2 menghilangkan sistem zona mengecil (blue zone) yang selama ini menjadi ciri khas battle royale.
Sebagai gantinya:
- Peta Terbuka Sepenuhnya: Pemain bebas menjelajahi seluruh map dari awal hingga akhir.
- Extraction Point Acak: Di akhir permainan, beberapa titik evakuasi akan muncul secara acak di peta. Hanya pemain atau tim yang berhasil mencapai titik tersebut dan bertahan selama proses ekstraksi yang akan menang.
- Dynamic Event: Selama match, akan muncul peristiwa acak seperti serangan drone, hujan asam, hingga badai debu yang membatasi visibilitas dan mengubah kondisi peta.
Sistem ini memaksa pemain untuk tidak hanya fokus membunuh, tapi juga memperhitungkan rotasi, pertahanan, dan waktu eksekusi.
Fitur Tambahan yang Diperkenalkan
PUBG 2 tidak hanya membawa perubahan pada mode utama, tetapi juga memperkenalkan sejumlah fitur baru yang membuat gameplay makin beragam:
- Skill Loadout: Pemain kini bisa memilih satu dari beberapa perk seperti “Silent Step”, “Fast Revive”, atau “Recon Drone”.
- Customization 3.0: Sistem kostum dan skin lebih detail, termasuk perubahan pada senjata, animasi reload, hingga suara langkah.
- AI Faction (PMC): Map kini memiliki AI musuh yang bisa menyerang pemain atau menjaga area looting langka.
- Crafting Ringkas: Pemain dapat membuat smoke, granat flash, atau bom pancingan dari loot material sederhana.
Peta Baru: “Noxterra” dan “Black Frontier”
PUBG 2 akan hadir dengan dua peta utama pada tahap peluncuran awal:
- Noxterra : Kota futuristik yang hancur dengan banyak bangunan vertikal, terowongan bawah tanah, dan area urban padat. Cocok untuk pertempuran jarak dekat dan penjebakan.
- Black Frontier : Gurun luas dengan reruntuhan militer dan tambang aktif. Kendaraan dan senjata jarak jauh sangat berperan di sini, serta event badai pasir acak.
Reaksi Komunitas dan Tanggal Rilis
Setelah trailer sinematik dan demo gameplay ditampilkan di SGF 2025, antusiasme pemain memuncak. Dalam waktu 24 jam, video trailer PUBG 2 telah ditonton lebih dari 15 juta kali di YouTube.
Beberapa tanggapan dari komunitas:
- Shroud: “This might be the BR evolution we’ve been waiting for.”
- Teguh “Zuxxy” Ivan (pro player Indonesia): “Kalau ini beneran realisasi di game kompetitif, meta PUBG bakal berubah total!”
KRAFTON juga telah membuka registrasi alpha test untuk wilayah Asia dan Eropa, dengan versi beta dijadwalkan rilis pada Oktober 2025, dan full release dijanjikan awal 2026.
Kompetisi eSports: Siap Reboot
PUBG Esports juga mendapat perhatian besar dalam pengumuman ini. KRAFTON menyatakan bahwa:
- PGC 2026 akan menjadi event pertama yang memakai PUBG 2 sebagai platform utama.
- Akan ada kualifikasi global yang terbuka untuk pemain ranked top di versi beta.
- Format kompetisi baru yang memanfaatkan mode extraction akan diuji coba di Asia Tenggara dan Korea Selatan lebih dulu.
Banyak organisasi eSports besar seperti FaZe, Navi, dan Bigetron telah mengonfirmasi minat mereka untuk membentuk divisi PUBG 2.
Dengan teknologi mutakhir, inovasi gameplay, dan pendekatan baru dalam kompetisi battle royale, PUBG 2 tampaknya akan mengubah lanskap genre ini sekali lagi. Tanpa zona menyusut, dengan peta terbuka dan strategi extraction, PUBG 2 menawarkan pengalaman bermain yang lebih taktis, dinamis, dan segar.
Apakah ini akan menjadi era baru bagi genre battle royale? Atau sekadar percobaan berani yang belum tentu berhasil?
Yang pasti, dunia game menantikan jawabannya pada 2026 nanti.








