ARENAKU. Industri gim selalu berkembang dengan cepat, dan di balik setiap judul baru biasanya tersimpan cerita unik tentang bagaimana ia lahir. Salah satu kisah menarik datang dari Naked Rain, studio pengembang gim yang tengah menyiapkan karya berjudul Ananta. Saat tampil di ajang Tokyo Game Show (TGS), produser mereka, Ashley Qi, mengungkap rahasia yang cukup mengejutkan sekaligus menghibur: ternyata banyak anggota timnya adalah penggemar berat film-film aksi Jackie Chan dan anime ternama seperti Chainsaw Man hingga Jujutsu Kaisen.

Pernyataan tersebut tentu bukan sekadar trivia, melainkan gambaran bagaimana inspirasi budaya populer dapat memengaruhi arah kreatif sebuah proyek gim.

Jackie Chan, Sumber Aksi dan Humor yang Tak Pernah Lekang

Nama Jackie Chan sudah mendunia sejak puluhan tahun lalu. Aktor asal Hong Kong ini dikenal bukan hanya karena keahliannya dalam seni bela diri, tetapi juga karena gaya aksinya yang unik. Film-film Jackie selalu menghadirkan koreografi pertarungan menegangkan, aksi berbahaya tanpa pemeran pengganti, serta sentuhan humor yang membuat penonton terhibur sekaligus terpukau.

Bagi tim pengembang Ananta, Jackie Chan bukan sekadar idola masa kecil, melainkan sumber inspirasi yang membentuk cara mereka membayangkan gameplay. Menurut Ashley, banyak adegan yang mereka ciptakan di dalam gim lahir dari kekaguman terhadap bagaimana Jackie menggabungkan ketegangan dan hiburan dalam satu paket.

Misalnya, saat merancang mekanik pertarungan, mereka tidak hanya memikirkan soal gerakan realistis, tetapi juga bagaimana aksi tersebut bisa menghadirkan sensasi “menyenangkan” bagi pemain. Sama seperti menonton film Jackie Chan yang membuat penonton tertawa sekaligus terpana, mereka ingin agar gamer merasakan emosi serupa.

Anime, Energi Naratif yang Menghidupkan Dunia Ananta

Selain film aksi, tim Naked Rain juga banyak terinspirasi dari dunia anime. Dua judul yang sering disebut adalah Chainsaw Man karya Tatsuki Fujimoto dan Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami.

Kedua anime ini dikenal memiliki gaya visual khas, karakter-karakter kuat dengan latar belakang menarik, serta adegan pertarungan yang penuh intensitas. Bagi pengembang, anime tersebut bukan sekadar tontonan hiburan, tetapi juga referensi bagaimana menghadirkan dunia fiksi yang imersif.

Ashley bahkan menyebutkan bahwa anime membantu timnya memahami bagaimana membangun cerita yang emosional. Dalam gim Ananta, mereka ingin menghadirkan pengalaman serupa, di mana pemain tidak hanya fokus pada aksi, tetapi juga ikut terhubung dengan perjalanan karakter di dalamnya.

Selain anime Jepang, film Guardians of the Galaxy dari Marvel juga menjadi salah satu acuan. Film ini memberi inspirasi tentang bagaimana menyajikan kisah penuh aksi yang tetap ringan, penuh humor, dan mudah dinikmati. Perpaduan referensi lintas budaya ini pada akhirnya memberi warna unik bagi Ananta.

Dari Ide ke Gameplay, Aksi Sinematik dalam Dunia Virtual

Inspirasi dari film dan anime tersebut bukan hanya berhenti pada diskusi di ruang rapat. Naked Rain benar-benar mencoba menuangkannya ke dalam gameplay.

Salah satu contohnya terlihat pada trailer Ananta yang memperlihatkan adegan kejar-kejaran mobil penuh aksi. Dalam momen itu, pemain bisa menembak ban mobil musuh hingga kendaraan tersebut terbalik dengan dramatis. Adegan ini jelas menggambarkan bagaimana tim berusaha menghadirkan sensasi bak film laga ke dalam gim.

Ashley menyebutkan, kepuasan terbesar bagi mereka adalah ketika pemain berkata, “Inilah pengalaman yang saya cari.” Dengan kata lain, mereka ingin gim ini bukan sekadar hiburan interaktif, tetapi juga pengalaman sinematik yang membuat pemain merasa seperti tokoh utama dalam sebuah film aksi.

Identitas Ananta, Perpaduan Budaya Populer dalam Sebuah Gim

Setiap gim memiliki identitas yang membedakannya dari produk lain. Bagi Ananta, identitas itu lahir dari perpaduan unik antara kecintaan terhadap film laga Hong Kong, anime Jepang, dan film superhero Hollywood.

Hasilnya adalah sebuah karya yang diharapkan bisa menjangkau audiens luas: penggemar gim aksi, pecinta anime, hingga penonton film populer. Tim Naked Rain tampaknya sadar bahwa industri hiburan global kini semakin saling terkait, dan Ananta menjadi bukti nyata bahwa inspirasi lintas budaya bisa melebur dengan baik.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Menciptakan gim dengan referensi sebesar ini tentu bukan tanpa tantangan. Bagaimana agar inspirasi dari Jackie Chan atau Chainsaw Man tidak sekadar menjadi tiruan, melainkan bisa diolah menjadi sesuatu yang orisinal?

Di sinilah kreativitas tim Naked Rain diuji. Mereka harus memastikan bahwa Ananta memiliki ciri khasnya sendiri, bukan hanya sekadar menempelkan elemen dari film atau anime favorit. Menurut Ashley, kuncinya adalah memadukan inspirasi dengan visi unik mereka tentang gim aksi yang seru dan menyenangkan.

Harapan mereka sederhana namun ambisius: menjadikan Ananta sebagai gim yang mampu menyajikan pengalaman baru, sekaligus menghormati sumber inspirasi yang membentuknya.

Kesimpulan

Cerita di balik pengembangan Ananta memberi kita gambaran menarik tentang bagaimana sebuah gim bisa lahir dari kecintaan sederhana terhadap budaya populer. Film aksi Jackie Chan, anime seperti Chainsaw Man dan Jujutsu Kaisen, hingga film Marvel, semuanya menjadi bahan bakar kreativitas yang kemudian diwujudkan dalam bentuk gameplay interaktif.

Dengan visi tersebut, Ananta berpotensi menjadi judul yang tidak hanya menyajikan aksi seru, tetapi juga kaya akan nuansa budaya yang familiar bagi banyak orang. Jika berhasil, gim ini mungkin bisa menjadi contoh bagaimana inspirasi lintas hiburan mampu melahirkan karya baru yang segar, unik, dan mendunia.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai