
ARENAKU. Seri Borderlands selalu identik dengan aksi penuh ledakan, humor yang nyeleneh, serta gaya visual cel-shaded yang khas. Ketika Borderlands 4 resmi hadir, banyak penggemar menaruh harapan tinggi bahwa game ini akan menjadi lanjutan yang memuaskan. Namun, kenyataan di lapangan ternyata tidak semulus yang dibayangkan.
Di platform Steam, ulasan pemain menunjukkan hasil yang beragam. Game ini memang berhasil menarik banyak pemain, tetapi ratingnya kini tercatat sebagai mixed review artinya pujian dan kritik berdatangan dalam porsi hampir seimbang. Fenomena ini memicu rasa penasaran, apa yang sebenarnya terjadi dengan Borderlands 4 sehingga menimbulkan reaksi campuran di komunitas gamer?
Harapan Tinggi untuk Sekuel Baru
Borderlands bukanlah nama kecil dalam industri game. Sejak seri pertamanya, franchise ini sukses memikat jutaan pemain berkat kombinasi elemen RPG, shooter, dan co-op yang adiktif. Dengan reputasi tersebut, wajar bila ekspektasi terhadap Borderlands 4 sangat besar.
Banyak pemain berharap ada peningkatan signifikan pada kualitas grafis, kelancaran gameplay, hingga cerita yang lebih solid. Beberapa bahkan menginginkan inovasi baru agar seri ini tetap relevan di tengah persaingan game shooter modern.
Sayangnya, alih-alih memberikan pengalaman mulus, banyak gamer justru melaporkan masalah performa yang membuat kesenangan mereka terganggu.
Masalah Teknis yang Mengganggu
- Keluhan paling sering muncul terkait performa di PC. Sejumlah pemain mengaku mengalami stutter, frame drop, hingga loading yang terasa terlalu sering.
- Yang membuat masalah ini semakin disorot adalah fakta bahwa keluhan datang bukan hanya dari pemilik PC dengan spesifikasi menengah, melainkan juga dari pengguna hardware kelas atas.
- Pemain dengan GPU RTX 4080 dan bahkan RTX 5080 melaporkan sulit mencapai target 4K 60 FPS, meskipun sudah mengaktifkan teknologi DLSS.
- Beberapa kasus lain bahkan menyebutkan bahwa di setting grafis rendah (low) pun performa tetap tidak stabil.
- Salah satu contoh ekstrem adalah pemilik kartu grafis RX 6900 XT yang hanya bisa memainkan game di bawah 60 FPS meski detail grafis dipangkas.
Masalah seperti ini jelas menimbulkan rasa frustrasi. Gamer yang sudah menginvestasikan biaya besar untuk perangkat keras kelas tinggi tentu berharap bisa memainkan game dengan lancar.
Reaksi dari Komunitas
Komunitas gamer terkenal vokal dalam menyuarakan pendapat. Tak heran bila review di Steam mulai dipenuhi komentar kritis. Sebagian pemain masih memberikan ulasan positif, menilai bahwa gameplay dan gaya khas Borderlands tetap menyenangkan. Namun, tidak sedikit yang merasa kecewa karena performa teknis justru menghalangi pengalaman bermain.
Situasi ini memunculkan dua kubu:
- Pemain yang tetap optimis, yakin Gearbox akan segera merilis patch perbaikan.
Pemain yang skeptis, menganggap masalah ini sebagai tanda kurangnya kesiapan game saat diluncurkan. - Respons dari Gearbox
Menanggapi gelombang kritik tersebut, pihak pengembang Gearbox tidak tinggal diam. Mereka memberikan beberapa panduan resmi agar pemain bisa mengoptimalkan performa:
Panduan optimasi untuk GPU Nvidia sudah disediakan melalui forum komunitas Steam.
Pemain disarankan tidak hanya mengandalkan preset grafis, melainkan menyesuaikan pengaturan secara manual sesuai spesifikasi perangkat.
Gearbox juga mengingatkan bahwa setiap kali pemain mengganti pengaturan grafis, shader perlu dikompilasi ulang. Proses ini memakan waktu sekitar 15 menit agar performa benar-benar stabil.
Langkah ini menunjukkan bahwa Gearbox menyadari adanya kendala, meski solusi yang diberikan belum sepenuhnya memuaskan semua pihak.
Dampak terhadap Reputasi
Bagi sebuah game besar, ulasan di Steam sangat berpengaruh. Label mixed review bisa membuat calon pembeli ragu, apalagi jika mereka belum memiliki gambaran jelas tentang kualitas sebenarnya.
Jika masalah performa tidak segera ditangani, ada kemungkinan reputasi Borderlands 4 akan tergerus. Padahal, dari sisi konten, banyak hal yang patut diapresiasi mulai dari dunia yang penuh warna, humor satir khas Borderlands, hingga opsi kustomisasi senjata yang lebih bervariasi.
Dengan kata lain, kualitas inti game sebenarnya tetap ada, hanya saja terhalang oleh masalah teknis yang belum tuntas.
Pelajaran dari Kasus Borderlands 4
Fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Beberapa game AAA sebelumnya juga mengalami nasib serupa, di mana versi PC diluncurkan dalam kondisi kurang optimal. Namun, kasus Borderlands 4 memberi pelajaran penting:
Ekspektasi tinggi adalah pedang bermata dua. Saat developer gagal memenuhi standar itu, kritik akan terasa lebih tajam.
Komunikasi transparan dengan pemain sangat krusial. Respons cepat dari Gearbox setidaknya membantu meredakan amarah sebagian gamer.
Patching pasca-rilis sudah jadi tradisi, tetapi sebaiknya masalah utama bisa diminimalisir sebelum game dilepas ke publik.
Menunggu Patch atau Membeli Sekarang?
Bagi gamer yang belum mencoba Borderlands 4, pertanyaan besarnya adalah: “Apakah layak dibeli sekarang?”
Jika kamu termasuk tipe pemain yang ingin pengalaman mulus tanpa gangguan teknis, mungkin lebih baik menunggu beberapa patch perbaikan. Namun, bila kamu penggemar berat Borderlands dan bisa menoleransi gangguan performa, ada banyak hal seru yang bisa dinikmati sejak awal.
Kesimpulan
Borderlands 4 datang dengan membawa dua wajah. Di satu sisi, ia menawarkan petualangan penuh aksi, humor khas, dan dunia yang penuh warna. Di sisi lain, masalah performa membuat banyak pemain kecewa, hingga review di Steam pun jatuh ke kategori mixed.
Gearbox sudah berusaha memberikan solusi sementara, namun komunitas tetap menantikan langkah konkret berupa patch besar yang benar-benar memperbaiki performa. Pada akhirnya, perjalanan Borderlands 4 masih panjang. Game ini punya potensi besar, dan jika masalah teknis bisa diatasi, bukan tidak mungkin posisinya akan membaik di mata gamer.