ARENAKU. Bagi para penggemar gim indie, nama Hollow Knight tentu sudah tidak asing. Gim buatan studio kecil asal Australia, Team Cherry, sejak lama menjadi salah satu ikon sukses indie game berkat kualitas visual, musik, hingga gameplay yang memikat. Tak heran jika sekuelnya, Hollow Knight Silksong, telah ditunggu-tunggu selama bertahun-tahun oleh jutaan pemain di seluruh dunia.

Akhirnya, pada 4 September 2025, penantian panjang itu terjawab. Tanpa promosi besar-besaran atau hitung mundur yang megah, Team Cherry secara mengejutkan merilis Silksong ke publik. Namun, justru karena “kejutan” inilah, dunia gim digital sempat dibuat kelabakan. Server berbagai toko gim daring mulai dari Steam, PlayStation Store, Microsoft Store, hingga Nintendo eShop mengalami gangguan serius akibat serbuan para pemain yang berbondong-bondong ingin segera mengunduh dan memainkannya.

Server Tidak Siap Menampung Antusiasme

Beberapa menit setelah pengumuman rilis, lonjakan aktivitas pengguna langsung terlihat. Di Steam, situs pemantau layanan Downdetector mencatat ribuan laporan gangguan dalam waktu singkat. Tercatat ada lebih dari 3.700 laporan error hanya dalam hitungan menit. Banyak pengguna kesulitan menyelesaikan transaksi, sementara sebagian lainnya bahkan tidak bisa membuka halaman toko sama sekali.

Fenomena serupa juga dialami toko digital lain. Nintendo eShop dilaporkan melambat, PlayStation Store sempat mengalami kendala, dan Microsoft Store pun ikut terdampak. Lonjakan yang begitu besar membuat sistem distribusi game online seolah tidak siap menghadapi “banjir pemain” yang sangat masif.

100.000 Pemain Hanya dalam 30 Menit

Meski sempat terganggu, masalah teknis itu tidak bertahan lama. Dalam waktu sekitar setengah jam, Silksong sudah berhasil mencatat lebih dari 100.000 pemain aktif di Steam. Angka tersebut terus meningkat seiring berjalannya waktu. Dalam beberapa jam saja, jumlah pemain simultan menembus angka 500.000, menempatkannya dalam jajaran 10 besar gim dengan jumlah pemain terbanyak di platform tersebut.

Pencapaian ini semakin mencengangkan jika mengingat Silksong adalah karya studio kecil dengan anggota inti hanya tiga orang. Bandingkan dengan gim besar yang biasanya digarap ratusan bahkan ribuan developer, jelas pencapaian ini menjadi salah satu bukti nyata kekuatan komunitas dan reputasi yang dibangun sejak gim pertamanya.

Harga Terjangkau dan Game Pass, Faktor Pendorong Hype

Salah satu alasan mengapa antusiasme pemain begitu tinggi adalah strategi harga dan distribusi. Silksong dijual dengan harga sekitar USD 20 atau setara 20 Euro, angka yang dianggap sangat ramah di kantong untuk gim dengan kualitas setara rilisan AAA.

Selain itu, sejak hari pertama peluncuran, gim ini langsung tersedia di Xbox Game Pass. Artinya, jutaan pelanggan layanan berlangganan milik Microsoft bisa langsung memainkan Silksong tanpa biaya tambahan. Faktor inilah yang semakin mempercepat gelombang pemain baru dan memperluas jangkauan audiens.

Efek Domino di Dunia Indie Game

Popularitas Silksong bahkan memicu dampak lebih luas bagi industri gim, khususnya ranah indie. Beberapa pengembang gim kecil yang sebelumnya merencanakan rilis di waktu berdekatan memilih untuk menunda jadwal perilisan. Mereka khawatir perhatian publik akan sepenuhnya tersedot pada Silksong sehingga gim mereka tidak mendapat sorotan. Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh sekuel ini, bukan hanya di mata pemain, tetapi juga di kalangan pengembang.

Perjalanan Panjang Team Cherry

Keberhasilan Silksong tentu tidak datang begitu saja. Team Cherry, studio kecil yang bermarkas di Adelaide, Australia, awalnya berencana merilis Silksong sebagai konten tambahan (DLC) dari Hollow Knight. Namun, seiring berkembangnya ide, proyek ini membesar hingga akhirnya berdiri sebagai gim penuh.

Proses pengembangannya memakan waktu panjang, sekitar tujuh tahun, hingga akhirnya siap dirilis. Selama periode tersebut, kabar mengenai Silksong hanya muncul sesekali lewat trailer atau wawancara, membuat banyak penggemar semakin penasaran. Hingga akhirnya, strategi rilis mendadak ini justru menjadi langkah jitu yang berhasil mengguncang dunia gim.

Selain gameplay khas Metroidvania yang lebih halus, Silksong juga menghadirkan protagonis baru, Hornet, yang sebelumnya sudah dikenal dalam gim pertama. Karakter ini memiliki gaya bertarung berbeda, lebih lincah, dan menawarkan variasi mekanik yang membuat pemain lama maupun baru sama-sama tertarik.

Simbol Keberhasilan Gim Indie

Kehebohan yang terjadi saat peluncuran Silksong bisa dipandang sebagai simbol keberhasilan gim indie. Jika biasanya hanya gim raksasa dengan promosi miliaran dolar yang mampu membuat server digital kewalahan, kini sebuah karya dari studio kecil berhasil mencapai efek serupa.

Lebih dari sekadar angka pemain dan penjualan, momen ini menandai betapa komunitas gamer dapat memberikan dukungan penuh kepada developer yang konsisten menjaga kualitas. Silksong bukan hanya gim, tetapi juga bukti bahwa dedikasi, kreativitas, dan cinta terhadap karya bisa mengalahkan keterbatasan sumber daya.

Penutup

Peluncuran Hollow Knight Silksong pada September 2025 tidak hanya menutup penantian panjang para penggemar, tetapi juga menjadi tonggak bersejarah bagi dunia gim indie. Dari server toko digital yang sempat tumbang, lonjakan pemain hingga ratusan ribu dalam hitungan jam, hingga dampak domino bagi industri, semuanya menunjukkan betapa besarnya pengaruh gim ini.

Team Cherry membuktikan bahwa kreativitas dan kerja keras bisa membawa hasil luar biasa. Silksong tidak hanya hadir sebagai sekuel, tetapi juga fenomena budaya dalam dunia gim modern.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai