Dunia game Indonesia kembali mencuri perhatian internasional dengan kehadiran Devourers of Time, sebuah game indie bertema penjelajahan waktu yang dikembangkan oleh studio lokal TetraCore Games. Game ini memadukan elemen RPG naratif, puzzle interdimensional, dan mekanisme time loop dalam dunia alternatif yang kompleks dan imajinatif.

Dirilis pertama kali pada platform PC (Steam dan Epic Games Store) pada Juni 2025, Devourers of Time langsung mendapatkan pujian karena kedalaman cerita, konsep visual yang unik, serta gameplay berbasis strategi dan logika yang menantang.

Premis Cerita: Perang Melawan Waktu yang Melebur Realitas

Dalam Devourers of Time, pemain berperan sebagai Raka, seorang penjaga waktu terakhir yang bertugas memperbaiki kerusakan pada garis waktu yang diakibatkan oleh entitas misterius bernama The Devourers makhluk yang memakan memori dan menyebarkan kekacauan lintas zaman.

Petualangan Raka membawanya melintasi berbagai era:

  • Era Majapahit futuristik
  • Kota cyberpunk yang ditinggalkan
  • Dunia paralel yang terus mengulang hari yang sama
  • Zona waktu beku tempat semua diam tanpa suara

Dengan bantuan Chrono Gear, alat yang dapat memanipulasi waktu dalam skala mikro dan makro, Raka harus memecahkan puzzle, menyelamatkan realitas, dan menghadapi dilema moral yang berat.

Mekanisme Gameplay Inovatif

1. Time Shift Puzzle

Pemain harus mengatur ulang waktu pada objek tertentu, seperti:

  • Mengembalikan jembatan yang runtuh ke masa lalu
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman untuk digunakan sebagai jalan
  • Memundurkan waktu pada musuh agar kembali lemah

Setiap aksi berdampak pada alur cerita dan rute yang tersedia.

🔄 2. Time Loop System

Beberapa level berada dalam loop waktu, di mana pemain harus mengulang kejadian yang sama:

  • Mengubah keputusan untuk membuka dialog baru
  • Mengorbankan NPC untuk memperbaiki waktu utama
  • Menyusun langkah agar bisa keluar dari siklus tanpa menciptakan paradoks

🧠 3. Narrative Branching

Setiap pilihan yang diambil memengaruhi jalur cerita:

  • Apakah kamu menyelamatkan masa lalu atau membiarkan masa depan runtuh?
  • Apakah kamu mengorbankan satu dunia demi stabilitas multiverse?

Devourers of Time memiliki 5 ending berbeda, termasuk satu “hidden ending” yang hanya bisa didapat setelah semua loop diselesaikan.

Visual dan Suara Bernuansa Lokal dan Futuristik

TetraCore Games menggunakan gaya visual pixel art HD dengan warna gelap dan efek distorsi waktu. Suasana setiap era dibuat sangat khas, misalnya:

  • Majapahit futuristik dengan sentuhan batik neon
  • Hutan zaman purba dengan efek cahaya real-time
  • Dunia digital yang rusak dengan glitch art sebagai elemen puzzle

Soundtrack-nya dikerjakan oleh komposer lokal yang menggabungkan alat musik tradisional seperti gamelan dan suling dengan synthwave modern.

Respons Komunitas dan Kritikus

⏰ “Ini seperti Hades bertemu Returnal dalam balutan budaya Indonesia.”
⏰ “Puzzle-nya bikin mikir keras, tapi sangat memuaskan begitu berhasil.”
⏰ “Narasinya kuat dan sangat filosofis tentang waktu, pilihan, dan penyesalan.”

Game ini mendapatkan skor 9/10 dari IndieGameCritic, serta masuk nominasi “Best Indie Narrative Game” di Indie World Showcase 2025.

Dukungan dan Update

Devourers of Time didukung dengan roadmap post-launch:

  • Update Time Collapse: penambahan 3 zona baru
  • DLC berjudul “Echoes of Nusantara” dengan cerita lokal yang lebih kuat
  • Port ke Nintendo Switch dan Android dijadwalkan akhir 2025

Pihak TetraCore juga membuka akses modding tools bagi komunitas untuk membuat level dan cerita sendiri.

Devourers of Time adalah permata indie yang datang dari tanah air dengan kualitas dunia. Dengan gameplay inovatif, cerita penuh dilema, dan pendekatan artistik yang menonjolkan identitas lokal, game ini membuktikan bahwa developer Indonesia mampu bersaing secara global.

Bagi pecinta game puzzle strategis, cerita mendalam, dan eksplorasi waktu yang menantang nalar, Devourers of Time adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai